7 Mitos Seputar Menikah Muda



7 Mitos Seputar Menikah Muda [ www.BlogApaAja.com ]

Benarkah nikah muda merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinyaseks bebas? Dan tepatkah alasan dari menikah muda agar usia orang tua masihproduktif ketika mengurus anak? Banyak mitos yang beredar seputar pernikahan diusia dini yang belum tentu benar. Ini dia beberapa mitos yang perlu Andaketahui kebenarannya.

1. Nikah Muda Bisa Menimang Anak & Cucu Lebih Lama



"Saya kira ini tidak bisa jadi alasan. Kalau demi alasanitu, tapi lalu tidak bisa makan karena belum ada kemapanan secara ekonomibagaimana? Lagi pula kalau perempuan terlalu dini menikah, risiko kematian ibusaat melahirkan juga tinggi. Ini karena belum siapnya alat reproduksi,"ujar Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr SugiriSyarief, seperti dikutip dari detikNews.

2. Nikah Muda Menghindarkan Diri dari Zina



Faktanya, perbuatan zina atau seks bebas tak bisa semata-matadicegah dengan menikah dini. Sugiri menjelaskan, banyak kasus perselingkuhanyang diwarnai dengan perzinaan. Seks bebas bukan sekadar masalah menikah atautidak, tapi juga masalah moral. "Jadi jangan dikaitkan dengan hal yangberbeda. Itu kembali lagi ke orangnya, kembali ke moral yangbersangkutan," tuturnya.

3. Menikah Tergantung Kesiapan, Berapapun Usianya



Di sini kita harus melihat apa arti dari kesiapan itu sendiri. MenurutSugiri, dalam berkeluarga butuh kesiapan dan pengetahuan tentang keluarga.Secara materi juga cukup, secara medis (kesehatan alat reproduksi) jugamendukung. Pasangan harus tahu juga fungsi keluarga, cinta kasih, perlindungandan pendidikan. Dan itu umumnya belum dimiliki pada orang dengan usia yangmasih belasan tahun.

4. Menikah di Usia Muda Lebih Mudah Urus Anak



Menurut Psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi.M.Si (Nina), lebih dekat jarakusia antara orang tua dan anak, bukan berarti pola pengasuhannya lebih baik.Tapi justru berpotensi lebih sering menimbulkan konflik antara orang tua dananak. Ketika emosi orang tua masih meledak-ledak dan harus menghadapi anak yangemosinya masih labil, yang terjadi adalah cekcok setiap hari.

5. Nikah Muda = Usia Orang Tua Masih Produktif untuk Biayai Anak



Alasan ini pun tak berdasar. Sugiri menuturkan, "Kalau masih sangatmuda menikah, misalnya umur 17 tahun, seharusnya dia bisa sekolah dulu agardapat pekerjaan lebih baik. Tapi ini malah menikah jadi tidak produktif juga.Bagaimana bisa produktif, selesai sekolah saja belum."

6. Remaja Wanita yang Menikahi Pria Dewasa Pernikahannya Lebih Langgeng



Mitos

ini bisa jadi benar, dengan usia pria yanglebih dewasa, otomatis sang wanita memiliki panutan dalam keluarga. Sang suamipunya peran lebih besar untuk mengarahkan istri, dan pihak wanita pun lebih tundukpada suami karena usia yang lebih tua dan pengalaman hidup yang lebih banyak."Yang muda biasanya akan lebih nurut dengan yang lebih tua," tuturNina.

7. Nikah Muda Potensi Bercerai Lebih Besar



Di usia yang baru menginjak belasan tahun, kematangan untuk berpikirrasional terbatas. Kematangan rasional ini akan kalah dengan keadaan emosi yangcenderung naik-turun dan meledak-ledak. Sehingga ketika masalah datang, merekacenderung bertindak saat itu juga tanpa memikirkan konsekuensi ke depannya.


Follow On Twitter